Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Selasa, 28 Februari 2012
Nikmat Tuhan
aku teringat dengan kawanku, Achmad Thoriq Hidayatullah. suatu kali ia kehujanan lantas berteduh di teras sebuah rumah. lalu lewat di depannya seorang tetangganya yang pulang dari bekerja dan berjalan menerobos derasnya hujan, sambil berkata pada thoriq: "hei, ngapain berteduh? diberi nikmat oleh Tuhan dengan hujan deras gini kok nggak disyukuri..!". spontan, thoriq menjawab dengan santai: "lho, nikmat Tuhan kok malah diinjak-injak..."
Minggu, 19 Februari 2012
maling pengertian
seorang petani di sebuah desa mempunyai enam kambing yang gemuk dan satu anak kambing yang masih kecil dan kurus yang semuanya dikandangkan di tempat yang sama di dekat rumahnya setiap sore. suatu pagi, ketika membuka pintu kandang dia hanya mendapati satu anak kambingnya dengan tulisan di punggungnya yang berbunyi: dipelihara ya..nanti kalau sudah besar kuambil lagi..
Rabu, 25 Januari 2012
ngoten niku...
ngoten niku ilmu laduni..mboten usah disekolahi..
adalah jawaban yang diberikan oleh seorang tua yang bertamu di kantor malam ini, ketika ditanya cara mempunyai banyak anak. kupikir-pikir benar juga..
adalah jawaban yang diberikan oleh seorang tua yang bertamu di kantor malam ini, ketika ditanya cara mempunyai banyak anak. kupikir-pikir benar juga..
Senin, 23 Januari 2012
tidak akan izin lagi
seorang murid yang tak pernah masuk kelas dan selalu menitipkan surat izinnya kepada temannya pada suatu pagi telat masuk kelas dan menghampiri gurunya yang akan memulai pelajaran jam pertamanya. sambil berusaha meredam emosi, sang guru bertanya pada muridnya: "kenapa kau tak selalu izin tidak masuk sekolah? aku hampir bosan mengisi absensimu dengan huruf i". si murid dengan mata berbinar segera menjawab: "pak, mulai besok anda sudah tidak perlu menulis huruf i lagi. saya sepertinya sudah sadar dengan yang saya lakukan selama ini". Sang guru dengan tersenyum lega mempersilahkan muridnya untuk duduk dan mengikuti pelajarannya dan berkata dalam hatinya:"akhirnya anak ini sudah menyadari kesalahannya". esok hari dan hari-hari selanjutnya, absensi murid tersebut memang tak pernah tertulis i, tapi tertulis A.
Langganan:
Postingan (Atom)