Sabtu, 03 Maret 2012

Teman Hatiku

Teman
Kukira hatiku telah kugali
Demi mencari kehidupan baru
Maukah kau menjadi tempatnya?
Kupikir hatiku yang selama ini kosong
Kuputuskan untuk kuisi
Dengan madu sosial
Lagipula
Kau takkan tega menyiakan hatiku bukan?
Kuberi kau lahan
Dan ku ingin kau tanami dengan cinta

Selagi waktu belum habis
Dan lahan telah kering tandus menerima siraman
Tak mungkin
Karena hatiku kan selalu terombang-ambing
Yang ku inginkan
Kau pun sepertiku
Selalu setiap waktu

2007

Puisi Musim Hujan 1

di lembah kerinduan
ku lepas mimpi yang telah hadir
di tengah alam raya
ku sejenak melamun memandang surya
Tuhanku begitu genius
menciptakan dan memanage alam dengan keindahannya
dan menjadikanku hamba-Nya
terima kasih Tuhan
telah Kau beri aku nikmat terbesar dalam diriku
yakni cinta dan kesehatan
dan semoga aku tak sombong
seperti fir'aun tatkala berkuasa
atau Qarun kala berlimpah harta
jadikan aku seperti Lukman Hakim
atau Salman Al farisy
jikalau memang tak menghendaki daku
tuk meneladani makhlukmu yang paling sempurna
Muhammad Rasulullah

Kamis, 01 Maret 2012

Guntur

Guntur
Siapa.. atau apakah ia
Kapan ia kan berakhir
Ketika hujan pun berlalu
Guntur
Dentumanmu seolah membelah angkasa
Tahukah engkau guntur
Aku ketakutan
Tak kuasa kutahan air mataku

Guntur
Diamlah sejenak
Kudambakan hangatnya
Malam yang sunyi

2004

Sayap-sayap

Sayap-sayap yang terbang
Di antara awan-awan
Memenuhi angkasa raya
Sayap-sayap indah beterbangan
Menuju kedamaian
Buah mimpi yang terindah
Mendekap bersamanya

Gelap pekatnya awan-awan
Merasuk kedalam kedinginan
Tetapi tak terkira
Engkau masih setia
To fly..

2004

Kotaku merintih

Kotaku tempo dulu
Bukan sperti yang ini
Kemalangan yang menjeratku
Tak kukita sampai selama ini

Tetes hujan tadi siang
Mengingatkanku
Dan ku teringat akan keasrian kotaku
Oh.. kotaku

Banjir kali ini telah menyadarkanku
Betapa suramnya langit kemarau
Ditengah tangisan-tangisan yang merebak
Diantara barisan mayat
Banjir telah musnahkan rumahku
Telah kau renggut ibu dan ayahku

Cermin bening

Dari sekian cahaya
Mungkin kau yang tersirat
Pada kehidupan yang alami
Ketika kau masih beriak
Masalah menyertaimu
Dalam dua bayangan
Bayangan yang semu
Ketika mereka beradu

Wahai cermin
Jujurkah engkau
Tentang rupaku
Yang sangat hina
Diantara dua jawaban
Yang mungkin salah satunya
Antara kebajikan dan rupawan

2004

Esai perpisahan, awal perjuangan

Kawan/sampai disini ternyata/kami dapat mengiringi kalian berjuang/hingga kini waktu menjemput/telah banyak asam manis lika-liku perjuangan cinta kita pada Attanwir/yang telah kita rasakan bersama//
Kini awan duka telah bergantung di langit/mengiringi perpisahan kita/tapi mendung tebal kesedihan akan segera berganti/dengan sinar mentari yang hangat/kami yakin dengan munculnya harapan baru/dari generasi calon pemimpin masa depan lulusan bumi Attanwir//
Setiap langkah kedewasaan yang kita derapkan adalah semu/setiap kebijakan yang kita ambil akan menentukan masa depan bangsa/setiap amanah yang kita raih/dengan ikhlas harus kita perjuangkan/setiap cercaan hinaan yang kita nikmati/merupakan pelajaran yang tak ternilai harganya//
Merdeka!/dari segala macam kebodohan/atau mati!/demi membela perjuangan islami/karena Allah tak kan meninggalkan kita/karena kita tak kan pernah berhenti mengabdikan diri untuk Attanwir/karena Attanwir mengajarkan persatuan/karena persatuan adalah kunci keberhasilan//
Perjalanan akan begitu lama dilalui/jika melewatinya dengan tangan hampa/berkarya dan berinovasi/adalah nafas pengabdian kita/karena perjalanan panjang yang menanti/hanya akan terjadi dalam sekejap mata/jika kita ikhlaskan hati demi ridlo Ilahy//
Karena pelajar kami menggapai prestasi/demi Attanwir kami mengabdi/untuk Bojonegoro kami bangkit/dan bagimu negeri… jiwa raga kami//

MENCINTAI

ku tak mencintaimu
walau namamu selalu bersemayam di hati
ku tak jua mencintaimu
walau hatiku berdebar saat mengingatmu
ku tak ingin mencintaimu
walau gundah dan rindu menyembul
saat kau tinggalkan aku
terima kasih telah mencintaiku
terima kasih telah menungguku
terima kasih karena
namamu masih, selalu dan akan terus terukir
indah di dalam hati.

2009

by : Mohammad Salahuddin Al-Ayyuubi
kutuliskan untuk cicilan bidadari surgaku

KALAM CINTA

Biarkan aku mencintainya
Karena di tiap kalam-Mu berisi warna
Maka segala puji patut dan wajib bagimu
Dzat yang mewahyukan spektrum cinta
Lekas jiwa dahaga terbasahi curahnya
Jua mata hati terbuka dengan cahyanya
Mohon pada-Mu,
satukan dia denganku
Mengaliri lisanku membanjiri hatiku
Pada-Mu ku berharap,
Dzat Pencipta Kalam-kalam cinta