Di saat mendung tlah berlalu
Di tengah badai yang menerpa
Kulihat setitik embun bernaung di balik payung
Kukatakan padanya
Oh…embun
Tahukah engkau tentang hatiku yang bimbang?
Jalan manakah yang kan kutempuh
Haruskah aku kembali ke garis awal?
Disana engkau berdiri tegak
Memayungi langkahku yang tak tentu arah
2006
Sabtu, 03 Maret 2012
Seribu Kunang-kunang
Diantara seribu kunang-kunang yang beterbangan
Bertebaran di antara ilalang-ilalang yang luas terbentang
Diantara seribu kunang-kunang
Yang menebar beterbangan
Diantara kenangan-kenangan
Yang tampak sudah usang
2006
Bertebaran di antara ilalang-ilalang yang luas terbentang
Diantara seribu kunang-kunang
Yang menebar beterbangan
Diantara kenangan-kenangan
Yang tampak sudah usang
2006
Krisis
Tak pelak kuhindari
Kemalanganmu kian mengejar
Diambang ketidakberdayaanmu
Kau merasa kesepian
Tiada teman tiada kawan
Angin berlalu dengan tenang
Berhembus samar-samar
Melayangkan kertas hitam dari sekumpulan putih
Akankah itu kan terjadi
Di saat krisis sedang menimpa
Seandainya saja…
2007
Kemalanganmu kian mengejar
Diambang ketidakberdayaanmu
Kau merasa kesepian
Tiada teman tiada kawan
Angin berlalu dengan tenang
Berhembus samar-samar
Melayangkan kertas hitam dari sekumpulan putih
Akankah itu kan terjadi
Di saat krisis sedang menimpa
Seandainya saja…
2007
Tangis gembira
Selalu ku tertawa setiap waktu
Mengheningkan ciptaan Tuhan
Yang penuh akan makna
Kabar gembira datang
Aku tergelak dalam tawa
Bencana menimpa dan aku pun tertawa lebar
Pun kusadari aku tidaklah gila
Mengapa?
Tawa selalu mengundang bencana
Dari segala pojok pelosok
Selalu dan selalu aku menangis haru pilu
Jika aku tak mampu tertawa
Walau semua kawanku memandangiku heran
Dalam kebimbangan mereka mengejekku
Menangisiku
Tapi aku tak melihat mereka
Tertawa…
2006
Mengheningkan ciptaan Tuhan
Yang penuh akan makna
Kabar gembira datang
Aku tergelak dalam tawa
Bencana menimpa dan aku pun tertawa lebar
Pun kusadari aku tidaklah gila
Mengapa?
Tawa selalu mengundang bencana
Dari segala pojok pelosok
Selalu dan selalu aku menangis haru pilu
Jika aku tak mampu tertawa
Walau semua kawanku memandangiku heran
Dalam kebimbangan mereka mengejekku
Menangisiku
Tapi aku tak melihat mereka
Tertawa…
2006
Api
Dunia kan hancur binasa
Tak tersisa
Bila kau menjalarinya
Api bukan zat atau apapun jua
Hanya semangat yang menyala
Yang lahir dari ranah kegelapan
Menjadikannya penguasa dunia
Takkan ada yang mampu untuk menghalanginya
Walau disiramkan padanya lautan air yang dingin
Walau nantinya kau terpadamkan
Kau masih berjuang
Menghidupkan bara dan menyembulkan asap
Sebagai bukti kegagahan
Aku pun bingung
Apa aku kan dihancurkannya
Dan mencari tumbal lain demi kekuasaannya
2006
Tak tersisa
Bila kau menjalarinya
Api bukan zat atau apapun jua
Hanya semangat yang menyala
Yang lahir dari ranah kegelapan
Menjadikannya penguasa dunia
Takkan ada yang mampu untuk menghalanginya
Walau disiramkan padanya lautan air yang dingin
Walau nantinya kau terpadamkan
Kau masih berjuang
Menghidupkan bara dan menyembulkan asap
Sebagai bukti kegagahan
Aku pun bingung
Apa aku kan dihancurkannya
Dan mencari tumbal lain demi kekuasaannya
2006
Guru
Di setiap langkahku
Kunyanyikan ragaku
Senandung syair dalam kasih untuk guruku
Oh…guruku
Mungkinkah nanti aku kan sepertimu
Melanglang buana mengajarkan ilmu
Bagai burung terbang demi sebuah pencapaian
Guru
Yang selalu duduk di atas bangku
Termangu mmikirkan sangu
Dari para pejabat yang dungu
Yang seolah tak tahu nasibmu
Oh..guruku
Di setiap waktu
Kau berjuang selalu
Menghadapi murid yang lugu
Yang mengharap ilmumu
Untuk masa depan yang maju
Guru..
Digugu dan ditiru
Tapi belum tentu mendapat sangu
Akan kebesaran ilmu
2006
Kunyanyikan ragaku
Senandung syair dalam kasih untuk guruku
Oh…guruku
Mungkinkah nanti aku kan sepertimu
Melanglang buana mengajarkan ilmu
Bagai burung terbang demi sebuah pencapaian
Guru
Yang selalu duduk di atas bangku
Termangu mmikirkan sangu
Dari para pejabat yang dungu
Yang seolah tak tahu nasibmu
Oh..guruku
Di setiap waktu
Kau berjuang selalu
Menghadapi murid yang lugu
Yang mengharap ilmumu
Untuk masa depan yang maju
Guru..
Digugu dan ditiru
Tapi belum tentu mendapat sangu
Akan kebesaran ilmu
2006
Pak Pos tempo sekarang
Mengayuh sepeda pelan-pelan
Hati-hati dan selamat sampai tujuan
Mengantar surat demi surat
Sebagai bentuk perjuangan
Itulah Pak Pos tempo dulu
Mengapa susah-susah naik pit onthel
Mengayun dan kaki pun capek
Hanya untuk mengantar barang-barang yang sekiranya bukan miliknya
Hanya untuk segelintir gaji
Yang tak mampu untuk menafkahi
Kadang kau tertabrak di jalan
Terpelosok ke jurang
Menghadapi berbagai rintangan
Itu cerita dulu
Sekarang..
Pekerjaan itu terlalu melelahkan dan hanya dianggap sambilan
Oleh sebagian orang yang tak mau berkorban
Naik pit onthel tak lagi zaman
Naik motor pun ugal-ugalan
Sungkan pun menjalar
Surat tak cepat sampai tujuan
Tak ada perubahan
Sampai tujuan sudah basi dan terkapar sebagai rongsokan
Terkalahkan oleh telepon genggam
Hanya satu harapan
Demi perbaikan
Tak ada pekerjaan yang terselesaikan
Dengan setengah hati tersimpan…
2006
Hati-hati dan selamat sampai tujuan
Mengantar surat demi surat
Sebagai bentuk perjuangan
Itulah Pak Pos tempo dulu
Mengapa susah-susah naik pit onthel
Mengayun dan kaki pun capek
Hanya untuk mengantar barang-barang yang sekiranya bukan miliknya
Hanya untuk segelintir gaji
Yang tak mampu untuk menafkahi
Kadang kau tertabrak di jalan
Terpelosok ke jurang
Menghadapi berbagai rintangan
Itu cerita dulu
Sekarang..
Pekerjaan itu terlalu melelahkan dan hanya dianggap sambilan
Oleh sebagian orang yang tak mau berkorban
Naik pit onthel tak lagi zaman
Naik motor pun ugal-ugalan
Sungkan pun menjalar
Surat tak cepat sampai tujuan
Tak ada perubahan
Sampai tujuan sudah basi dan terkapar sebagai rongsokan
Terkalahkan oleh telepon genggam
Hanya satu harapan
Demi perbaikan
Tak ada pekerjaan yang terselesaikan
Dengan setengah hati tersimpan…
2006
Waktu
Waktu
Adalah bentuk belas kasih Tuhan terhadap manusia
Agar bisa selalu bekerja
Berpeluh keringat
Menghasilkan kepuasan yang tiada tara
Lalu kita melupakan-Nya yang Esa?
Manusia yang fana mengikuti alur waktu
Mencari kesana kemari petunjuk Ilahy
Dengan menyeret bekal berupa harta duniawi
Lalu kapan mereka akan sampai?
Segunung cahaya keropos menjadi hanya sebongkah cahaya temaram
Termakan dosa-dosa yang lekang zaman
Akhirnya padamlah jua
Harapan menemui-Mu di surgawi nanti
Karena terlena harta yang fana
2006
Adalah bentuk belas kasih Tuhan terhadap manusia
Agar bisa selalu bekerja
Berpeluh keringat
Menghasilkan kepuasan yang tiada tara
Lalu kita melupakan-Nya yang Esa?
Manusia yang fana mengikuti alur waktu
Mencari kesana kemari petunjuk Ilahy
Dengan menyeret bekal berupa harta duniawi
Lalu kapan mereka akan sampai?
Segunung cahaya keropos menjadi hanya sebongkah cahaya temaram
Termakan dosa-dosa yang lekang zaman
Akhirnya padamlah jua
Harapan menemui-Mu di surgawi nanti
Karena terlena harta yang fana
2006
Petunjuk
Ku berjalan di tepian jalan bergelombang
Menepi ke kiri
Ke ujung jurang yang dalam
Menepi ke kanan
Terpampang lautan yang luas
Ku berjalan mundur
Menjulang gunung nan tinggi
Aku tersesat
Tak tahu arah tak tahu waktu
Tanpa petunjuk
Tiada penolong satu pun kecuali Satu
Ilmu…
2006
Menepi ke kiri
Ke ujung jurang yang dalam
Menepi ke kanan
Terpampang lautan yang luas
Ku berjalan mundur
Menjulang gunung nan tinggi
Aku tersesat
Tak tahu arah tak tahu waktu
Tanpa petunjuk
Tiada penolong satu pun kecuali Satu
Ilmu…
2006
Langganan:
Postingan (Atom)