Ketika fajar menyingsing di ufuk
menerobos celah kaki cahayanya
enyaksikan para pahlawan berjihad
cluk..buk..cluk…buk
mata cangkul tertanam dalam
tangan bergetar dan pandangan kabur
perut keroncongan kaya’ tertusuk pedang
krucuk..krucuk..klontang…buk
sang petani terbujur lemah
tak da daya
tak sempat merasakan darah mengalir deras
dengan kaki luka di banyak tempat
terkena mata cangkul karena mata tak lagi lihat
sementara sang anak tidur pulas kekenyangan
di gubuk tengah pematang
dengan radio terputar kencang mengalun
keesokannya.. di sebuah Koran tertulis..
seorang petani tewas di sawah
karena mendadak sakit jantung….
2007
Sabtu, 03 Maret 2012
Kawan
Kawan..
sudah lama kita tak bersua lagi
tak kuingat lagi wajah dan kebaikanmu
lama… lama sekali
tapi akan kuingat selalu
kita dulu pernah menjadi sahabat
kita saling membutuhkan
dan pesan damai selalu tersampaikan satu sama lain
kawan..
kenapa sekarang kau palingkan muka
kau rugikan dirimu sendiri
dengan memusuhi aku
dengan segala kedigdayaan
kau tuliskan noda hitam
menutupi sagala kebaikan yang telah kau ukir dahulu
kawan…
janganlah hanya kau tampakkan sesalmu
berdiam diri dan termenung
bukan itu yang kuminta
tapi perubahan yang nyata
dan kau akui aku jadi kawanmu
seperti dulu
saat-saat dimana dunia penuh kedamaian dan ketenangan
Dari Sahabat lamamu ……… Bumi
2007
sudah lama kita tak bersua lagi
tak kuingat lagi wajah dan kebaikanmu
lama… lama sekali
tapi akan kuingat selalu
kita dulu pernah menjadi sahabat
kita saling membutuhkan
dan pesan damai selalu tersampaikan satu sama lain
kawan..
kenapa sekarang kau palingkan muka
kau rugikan dirimu sendiri
dengan memusuhi aku
dengan segala kedigdayaan
kau tuliskan noda hitam
menutupi sagala kebaikan yang telah kau ukir dahulu
kawan…
janganlah hanya kau tampakkan sesalmu
berdiam diri dan termenung
bukan itu yang kuminta
tapi perubahan yang nyata
dan kau akui aku jadi kawanmu
seperti dulu
saat-saat dimana dunia penuh kedamaian dan ketenangan
Dari Sahabat lamamu ……… Bumi
2007
Saat Berpisah
Tempat bersandar ketika aku merasa sendiri
Berada di sisinya
Tempat curahan rasa hatiku
Terasa sejuk qolbuku
Tangan-tanganku kaku
Merasakan getaran waktu
Saat ku berpisah denganmu… teman
Tak ada waktu terhenti
Di saat kehadiranmu di sisi
Saat berpisah
Tinggalkan segalanya
Hanya tinggal puing kenangan
Di sanubari terdalam
Akan kupendam rasa ini
Sebagai nyala semangat mengarungi terjal kehidupan
Pun nampak kesedihan
Mengalir di pelupuk mata
Kasih kan tergantikan
Dengan seuntai pengalaman
Disaat kemudian
Kan berubah keadaan
Lautan haru membahana hanya buangan pikiran
Dan lalu hilanglah saat-saat kenangan
Berpisah
Suatu kata yang tak pantas untuk diucapkan
Suatu hal yang tak perlu untuk dilakukan
Tapi kalau saja kehendak Tuhan menjadikan tiap sesuatu berpasangan
Akan adakah pertemuan?
Menangis
Menangislah kau teman
Ku kan meninggalkanmu
Ku kan lebarkan sayapku
Meninggalkan daratan luas terbentang
Zaman sudah sekian kali
Mengambil persahabatan kita
Yang mungkin takkan terasa
Bila kita slalu bersama
Selalukah air mata kan mengalir?
Di saat langkah perpisahan
Akankah kita dapat berjuang bersama lagi…?
2007
Berada di sisinya
Tempat curahan rasa hatiku
Terasa sejuk qolbuku
Tangan-tanganku kaku
Merasakan getaran waktu
Saat ku berpisah denganmu… teman
Tak ada waktu terhenti
Di saat kehadiranmu di sisi
Saat berpisah
Tinggalkan segalanya
Hanya tinggal puing kenangan
Di sanubari terdalam
Akan kupendam rasa ini
Sebagai nyala semangat mengarungi terjal kehidupan
Pun nampak kesedihan
Mengalir di pelupuk mata
Kasih kan tergantikan
Dengan seuntai pengalaman
Disaat kemudian
Kan berubah keadaan
Lautan haru membahana hanya buangan pikiran
Dan lalu hilanglah saat-saat kenangan
Berpisah
Suatu kata yang tak pantas untuk diucapkan
Suatu hal yang tak perlu untuk dilakukan
Tapi kalau saja kehendak Tuhan menjadikan tiap sesuatu berpasangan
Akan adakah pertemuan?
Menangis
Menangislah kau teman
Ku kan meninggalkanmu
Ku kan lebarkan sayapku
Meninggalkan daratan luas terbentang
Zaman sudah sekian kali
Mengambil persahabatan kita
Yang mungkin takkan terasa
Bila kita slalu bersama
Selalukah air mata kan mengalir?
Di saat langkah perpisahan
Akankah kita dapat berjuang bersama lagi…?
2007
Pah[a]lawan
Maninggalkan jajaran kampung
Penuh duri di hati
Memberatkan langkah
Tapi niat tak pernah surut
Profesi atau jabatankah? Atau bukan kedua-duanya
Tanpa harta jua benda
Melibas semua impianmenuju satu hal yang abadi
Keikhlasan..
Bagai terkepung ratusan izroil
Di medan tempur
Membahanakan teriakan
Surga..surga..
Hanya satu hal terkabul
Perjuangan..
Yang takkan diingat lagi
Generasi mendatang
Menahan senyuman di bibir yang kebak darah
Tertusuk takdir
Menuju buah keadilan di akhirat nanti
Tersenyumlah
Karena kau sudah lega
Akan koleksi pahalamu
Ku ingin sepertimu
Punya sayap indah
Tak berseragam jua
Hanya memakai pakaian lusuh dengan memanggul senjata
Dapatkah aku sepertimu.. kini?
Ternyata tak mudah
Menjadi seorang pengabdi di negri ini
Tanpa uang sepeserpun
Hanya pasrah berpangku tangan
Menunggu nasib berubah
Melongo… lalu mati dengan perut kosong
Tak ada yang acuh
Bahkan pejabat sekelas pamong
Hanya berkecap “terimalah takdir Tuhan”
Membuat hati kosong tersayat
Dan tinggal seharapan
Menunggu keadilan tuhan
Kelak…
2007
Penuh duri di hati
Memberatkan langkah
Tapi niat tak pernah surut
Profesi atau jabatankah? Atau bukan kedua-duanya
Tanpa harta jua benda
Melibas semua impianmenuju satu hal yang abadi
Keikhlasan..
Bagai terkepung ratusan izroil
Di medan tempur
Membahanakan teriakan
Surga..surga..
Hanya satu hal terkabul
Perjuangan..
Yang takkan diingat lagi
Generasi mendatang
Menahan senyuman di bibir yang kebak darah
Tertusuk takdir
Menuju buah keadilan di akhirat nanti
Tersenyumlah
Karena kau sudah lega
Akan koleksi pahalamu
Ku ingin sepertimu
Punya sayap indah
Tak berseragam jua
Hanya memakai pakaian lusuh dengan memanggul senjata
Dapatkah aku sepertimu.. kini?
Ternyata tak mudah
Menjadi seorang pengabdi di negri ini
Tanpa uang sepeserpun
Hanya pasrah berpangku tangan
Menunggu nasib berubah
Melongo… lalu mati dengan perut kosong
Tak ada yang acuh
Bahkan pejabat sekelas pamong
Hanya berkecap “terimalah takdir Tuhan”
Membuat hati kosong tersayat
Dan tinggal seharapan
Menunggu keadilan tuhan
Kelak…
2007
Manusia
Manusia
Alangkah indah tanganmu
Begitu melihat uang kau langsung memegangnya
Mengelus-elusnya
Hingga datang waktunya kau berpisah dengannya
Tahukah manusia
Tangannya tak hanya bisa untuk itu
Dia juga bisa menggunakannya
Untuk merusak alam lingkungan
Menganiaya anak yatim
Mencuri.. dan korupsi
Dan hal-hal lain yang berguna… hanya untuknya
Begitukah manusia
Berbuat baik untuk dirinya sendiri
Tanpa melihat yang lain
Alangkah pintarnya manusia
Memakai sejengkal otaknya
Untuk menghargai hidupnya
Dan berpikir
Aku bisa hidup sendiri..
2005
Alangkah indah tanganmu
Begitu melihat uang kau langsung memegangnya
Mengelus-elusnya
Hingga datang waktunya kau berpisah dengannya
Tahukah manusia
Tangannya tak hanya bisa untuk itu
Dia juga bisa menggunakannya
Untuk merusak alam lingkungan
Menganiaya anak yatim
Mencuri.. dan korupsi
Dan hal-hal lain yang berguna… hanya untuknya
Begitukah manusia
Berbuat baik untuk dirinya sendiri
Tanpa melihat yang lain
Alangkah pintarnya manusia
Memakai sejengkal otaknya
Untuk menghargai hidupnya
Dan berpikir
Aku bisa hidup sendiri..
2005
Bojonegoro
Bojonegoro
Alangkah indahnya
Penuh dengan taman asri
Dan badan bengawan solo yang meliuk-liuk
Serta berbagai jenis tembakau
Menebarkan semerbak baunya
Itu cerita dulu
Sekarang tak bisa kubayangkan
Bojonegoro.. seperti jayakarta
Semenjak banjir minyak itu
Dan berpuluh pabrik rokok
Yang dibangun pengusaha manca
Kusebut desa atau kotakah?
Semakin bising penuh asap tar dan polusi motor
Apa aku akan mandi minyak
Dan sauna dengan asap polusi?..
2005
Alangkah indahnya
Penuh dengan taman asri
Dan badan bengawan solo yang meliuk-liuk
Serta berbagai jenis tembakau
Menebarkan semerbak baunya
Itu cerita dulu
Sekarang tak bisa kubayangkan
Bojonegoro.. seperti jayakarta
Semenjak banjir minyak itu
Dan berpuluh pabrik rokok
Yang dibangun pengusaha manca
Kusebut desa atau kotakah?
Semakin bising penuh asap tar dan polusi motor
Apa aku akan mandi minyak
Dan sauna dengan asap polusi?..
2005
Mati
Mati
Hal yang paling ditakuti
Dari semua hal yang terjadi
Karena itu adalah pasti
Merana kesepian di kegelapan liang lahat
Tak ada teman yang datang
Untuk sekedar bercanda
Terbujur kaku
Tak berdaya
Menanti panggilan dari Sang peniup nyawa
Untuk menghadapNya
Mati
Adalah pintu yang terbuka
Bagi siapa saja
Yang tertulis padanya
Menuju kehidupan abadi
Selamanya…
2004
Hal yang paling ditakuti
Dari semua hal yang terjadi
Karena itu adalah pasti
Merana kesepian di kegelapan liang lahat
Tak ada teman yang datang
Untuk sekedar bercanda
Terbujur kaku
Tak berdaya
Menanti panggilan dari Sang peniup nyawa
Untuk menghadapNya
Mati
Adalah pintu yang terbuka
Bagi siapa saja
Yang tertulis padanya
Menuju kehidupan abadi
Selamanya…
2004
Penyesalan
Aku hidup
Dari keterpurukan
Aku mati
Karena dunia tlah sunyi
Aku merana
Di saat ajalku
Aku gembira
Karena aku lelah
Aku merintih dari ketertinggalan-Mu
Aku pun berdo’a
Karena memuji-Mu
Aku yang penuh dosa ini
Tak mungkin lagi
Untuk hidup bersamanya..
2004
Dari keterpurukan
Aku mati
Karena dunia tlah sunyi
Aku merana
Di saat ajalku
Aku gembira
Karena aku lelah
Aku merintih dari ketertinggalan-Mu
Aku pun berdo’a
Karena memuji-Mu
Aku yang penuh dosa ini
Tak mungkin lagi
Untuk hidup bersamanya..
2004
Balai desa
Engkau masih bertahan
Dilingkupi gedung-gedung tinggi
Kau pun hampir digusur
Karna kal bodoh mereka
Balai desa
Mungkin kau paling berjasa
Antara sekian banyak pemimpin yang kau lahirkan
Lantaranmu aku sejahtera
Oh balai desaku
Berhutang budiku padamu
Dilingkupi gedung-gedung tinggi
Kau pun hampir digusur
Karna kal bodoh mereka
Balai desa
Mungkin kau paling berjasa
Antara sekian banyak pemimpin yang kau lahirkan
Lantaranmu aku sejahtera
Oh balai desaku
Berhutang budiku padamu
Langganan:
Postingan (Atom)