Minggu, 19 Februari 2012

Susah

aku hidup untuk susah
karena aku senang kesusahan
dan jika susah itu membuatku
senang
maka aku bisa merasakan hidup
hidup
yang penuh kesenangan

(dari pojok attanwir)

Mirip Antara Dua

mirip dengan cinta
nafsu yang kurasakan menggelora
lalu apakah cinta
yang selama ini didengarkan di dada
aku butuh cinta
bukan nafsu membara
jikalau datang cinta
'kan kusambut dengan suka cita

(dari pojok attanwir)

Kepada dia

kepada dia yang lebih memilih kerudungnya
dari segala mode yang ada
dari segala mata yang leluasa menggerayangi
rambut indahnya

kepada dia yang lebih memilih rumahnya
dari segala pasar yang bertebar liar
dari segala fitnah lisan anak hawa dan
nafsu anak adam

kepada dia yang lebih memilih alunan Qur'an
dari segala irama malahi pembuta hati
dari segala nista yang mengundang telinga

kepada dia yang lebih memilih aku
dari segala ketampanan lain yang tak kupunya
dari segala goda akan harta dunia

kepada dia yang memandang kehidupan
hanya sebuah kapal ikan
bukan sebuah pelabuhan.

-masih untuk ning-
bojonegoro, pebruari 2012

Aku, pada kita

aku pada diri yang tak bisa bicara
kawan
lihatlah pada semai cinta yang kini
telah menguning
di lahan yang dulu kita sewa
dari Tuhan yang menghidupkan aku dan engkau
kita

di bawah hujan

orang lihat hujan
angin ini rasa angkuh
dan kami seperti ingin
berhujan-hujan?

kata nelayan: air hujan rasa asin
mati rasa lisan
sudah lama tak rasakan garam?
mungkin saja
lebih mungkin dia lupa rasa
karena tak makan selain garam

kata pedagang pasar:
hujan lebat aku tak bisa pulang
memang kau lupa bintang
dan langit, yang kau buat selimut malam
tak hujan pun kau tak ada tempat pulang

petugas parkir melengkapi:
hujan tak pernah kujemput tak kuantar
di bawah tempat parkir
ada senyum ada kecemasan
biarlah sementara Tuhan menang

sebentar, aku lupa pada pedagang jalanan
yang mengusung keringat dalam tetes hujan
biar lambat aku bisa pulang
tak seperti mereka yang
membenci hujan

(kubuat di pasar, hujan di pebruari siang)

maling pengertian

seorang petani di sebuah desa mempunyai enam kambing yang gemuk dan satu anak kambing yang masih kecil dan kurus yang semuanya dikandangkan di tempat yang sama di dekat rumahnya setiap sore. suatu pagi, ketika membuka pintu kandang dia hanya mendapati satu anak kambingnya dengan tulisan di punggungnya yang berbunyi: dipelihara ya..nanti kalau sudah besar kuambil lagi..

Hafidh, about his name

suatu malam, hafidh temanku dari bangka belitung minta dibuatkan surat permohonan rekomendasi nama untuk diajukan ke romo yai. angin apakah? eh, ternyata kawanku ini sudah niatan ganti nama, katanya sih saran dari ustadznya. namanya memang cuma satu kata: hafidh. ada tambahan kasirin (nama bapaknya) di belakangnya sejak masuk gontor dulu, untuk membedakan dengan hafidh-hafidh lain yang mungkin jumlahnya ribuan. bukannya aku tak mau buatin surat, tapi karena biasanya kang santri langsung sowan saja ke romo yai bila mau ganti nama, tanpa surat khusus dari pengurus. sekalian saja aku beri saran biar namanya tidak usah dirubah, kalau ditambahi ya bagus. aku langsung terbayang tambahan nama muhammad di depan nama hafidh, biar jadi syafaat di hari kiamat kelak. esoknya, setelah sowan ke romo yai, Beliau ternyata memberi saran yang sama..
and, mulai saat itu nama kawanku itu jadi Muhammad Hafidh Kasirin..semoga doanya terkabul dengan banyak menghafal.

Berkah doa tunanetra

setidaknya dua kali saya merasakan berkah doa para insan istimewa, mereka yang diciptakan Allah dan dijaga pandangannya dari segala kemaksiatan dunia.

di sebuah masjid, shaf pertama aku takbir memulai shalat. di sebelah kiriku adalah seorang tua yang sebenarnya tak begitu kuperhatikan sampai akhir dzikir yang dipimpin imam. sang imam tak memimpin doa, dia hanya mengamini. kucari-cari siapa yang memimpin, eh ternyata orang tua tadi yang hanya lamat-lamat melafadzkan doa. doa standar orang kampung yang sangat biasa terdengar. lalu apa istimewanya orang ini?pikirku. setelah beliau shalat ba'diyah di tempatnya, diambilnya tongkat yang tergeletak didepan sajadahnya (yang sejak awal juga tak begitu kuperhatikan) lalu berbaliklah ia berdiri meninggalkan masjid dengan dituntun makmum lainnya. subhanallah. orang ini diangkat derajatnya karena kekurangannya. rasa syukurku ikut mengiringi air mata yang keluar tiba-tiba, mengingat banyaknya dosa yang kulakukan dengan mata sehatku...

malam kala ku pulang dari sebuah masjid, aku bertemu dengan orang tua berjalan berdua dengan tongkatnya, menyusuri jalan ramai oleh anak-anak muda nongkrong menghabiskan malam jumuah (bukan malam minggu seperti di kota-kota lain). tak ada salahnya bukan aku menemaninya sebentar, mungkin saja ada kalam hikmah yang bisa kudapat dari orang tersebut. pak samiyono, begitulah dia memperkenalkan dirinya padaku. mungkin dia sudah lupa aku, tapi ini adalah kali kedua aku menuntunnya, sama-sama pada saat kepulangannya dari masjid. kenekatannya untuk jauh-jauh turun gunung untuk mendatangi majlis pengajian atau shalat di masjid besar walau tak diantar siapapun. tak punya anak karena tak ada wanita yang mau menjadi istrinya, tak menghalanginya untuk bersyukur atas segala kekurangan yang dititahkan Allah, beribadah kepada-Nya selama masih hidup.

terima kasih kepada mereka yang tak butuh sinar mentari untuk melihat kekuasaan Allah
kepada mereka yang berjalan dengan tiga kaki dalam hidup penuh makna
Allaahumma baarik lahum...

Selasa, 07 Februari 2012

hanya ingin

ada yang ingin hidup
ada yang ingin mati
ada yang ingin keduanya
hanya ingin
tak apa
hanya ingin