Sabtu, 03 Maret 2012

Jam, detik dan waktu

Jam/penunjuk waktu/ataukah hiasan belaka/di kehidupan fana/banyak orang membutuhkanmu/untuk melihat waktu/tak kusangka/banyak kenangan yang terukir di setiap detikmu/atau apakah itu hanya ilusi belaka?//
Kau hanyalah sebongkah kecil hasil ciptaan manusia/lalu kau bingungkan mereka/dengan berputarnya jarummu/detik demi detik/dentang demi dentang/kau sulap balita/menjadi kakek tua renta/kau rubah harta, wanita dan dunia/menjadi pujaan manusia/kau palingkan mereka dari Tuhan Yang Esa//

2006

Kata-kata mereka

KATA PEJUANG:
Aku disini
Cuma seonggok patung tak berguna
Atau mungkin sebujur makam yang tak pernah dikunjungi
Memang benar aku berjuang tanpa pamrih
Memang benar aku dapat balasan yang besar dari Tuhan
Tapi juga benar jika aku tak dipedulikan lagi…
Karena aku Cuma seorang pahlawan tak dikenal
Karena aku hanyalah pengabdi bangsa ini
Mungkin tak sebesar jasa para penguasa negeri yang nyata-nyata korupsi
Atau mungkin para jenderal bintang lima
Aku hanya anak desa
Yang tak tega melihat negeri ini dikuasai oleh kolonialis
Yang menjajah hati dan pikiran para pribumi
Mungkin orang hanya ingat aku setahun sekali
10 Nopember
Itupun hasil perjuangan kawan-kawanku dulu
Kalau saja tak ada penyerangan waktu itu
Kaumku mungkin tak kan pernah dikenal
Kata pahlawan tak kan pernah ada lagi dalam kamus bahasa
Pahlawan tinggal sejarah!
Dan yang lalu biarlah berlalu…

KATA PENGUASA:
Enaknya jadi penguasa raya
Kaya dan makin kaya
Tak usah peduli dengan nasib mereka yang tak jelas
Dan masih banyak impian yang terus kukejar
Tidur di tempat sidang dan makan-makan
Lalu aku dapat uang!
Bukankah negeri ini memang kaya
Jadi tak usah kurisaukan bila aku ambil kekayaan itu dengan diam-diam
Pun begitu kan tak ada yang tahu
Juga tak usah kurisaukan demo-demo yang tak jelas itu
Karena disini aku meminjam nama rakyat
Tak ada yang bisa menjeratku!
Presiden atau Raja sekalipun tak kutakuti
Karena aku kan bisa membeli hukum
Kalau bisa curang kenapa harus adil dan bersih…
Tak peduli aku bekerja untuk siapa
Yang penting fulus..fulus.. dan fulus…

KATA PETANI:
Wahai penjajah yang dungu
Kemarilah dan akan kuperangi engkau!
Kan kujadikan kau koleksi di tanah pemakaman
Di negeri tercinta ini
Tak ku relakan tanah surga ini terinjak kaum-kaum berdosa
Tak sampai hati
Bila kubiarkan rakyat menjerit penuh pilu
Menangis dan meratapi nasib
Karena tercekik jeratan krisis akibat ulahmu
Memangnya kau ini siapa?
Beraninya menaikkan harga bahan pangan
Memangnya kau kuasa apa?
Membeli panen kami dengan harga yang tak manusiawi
Bukankah kau dulu bersumpah atas nama kami?
Lalu apakah kau terkena amnesia sehingga melupakan jerih payah kami yang mendukungmu
Apakah utangmu sudah sedemikian besar karena kampanye dulu?
Tak rela
Kami diperintah oleh bangsawan-bangsawan bertangan panjang dan bermulut lebar
Tapi tak bisa mendengar suara kami!
Tak bisa kami biarkan Bumi ini menjerit
Lebih keras dari kami….

KATA AYAH:
Nak..
Pergilah nak
Tuntutlah ilmu sebanyak kau bisa
Selagi umur masih panjang
Sepanjang jalan yang kau lalui
Janganlah pernah lelah
Belajarlah…
Supaya kau bisa mandiri nanti
Supaya nasibmu tak seperti ayahmu ini
Yang tak punya keterampilan apa-apa
Agar nasibmu tak diombang-ambingkan orang-orang tak bertanggung jawab
Kini saatnya kaum muda yang bergerak
Karena waktu akan segera berlalu
Nak..
Jadilah penguasa dunia yang jujur dan bermoral
Kalau tidak
Jadilah guru yang selalu belajar walaupun dari muridnya
Atau apapun jua yang kau kehendaki
Jikalau kau memang sudah tamat nanti
Ayah tak rela jika kau pakai ijasah palsu
Atau lulus walau tak pernah masuk sekolah
Ayah tak rela kau rasakan kegagalan yang abadi
Hanya karena inginkan gelar instan
Tak ingin kau masuk jerat setan
Yang telah memperdaya nenek moyang kita..


2008

My love

I see ocean in embracing world
block millions of star at the (time) of night
warm [of] longing which in
in night coldness
I see endless love
in doleful liver
I find the beauty [of] world
when billow love in myself
I feel as narrow;tight as time
when longing to continue to enfold me
love your The infinite and His courier
then love me ...

2008

(latihan nulis english poetry)

LAUTAN HATI

aku
sendiri dalam relung mimpi
membayangkan dia selalu bersama
di kala aku sendu sendiri
mengais sisa asa ini
dengan hampa tatapan kulewati
masa-masa yang penuh akan luka dan damai
berjuang di medan laga rindu
sangat dalam hati ini untuk kuselami
tatkala kucintai Rabbi
tak bisa mengalahkan sayangku pada dirinya
yang selalu jadi tembok kukuh hati ini
kasihku
tak lama hatiku bergemuruh akan cinta
dan kesenangan yang walau fana ini
tak bisa kugantikan dengan deburan dzikrullah
apakah dia takdirku selama ini
ya Allah
hanya Engkaulah yang Maha tahu dan mengetahui
bahwa kan kukandung rasa yang begitu berat
lekat tiada tara rasanya
tak mudah kubayangkan kan meninggalkannya
azizati
untaian bintang di malam kemarau
tak kan bisa menutupi indahnya sang rembulan
menyinari dengan lembut
menafikan keberadaan surya yang angkuh sedari pagi
merasuk ruh ini tanpa henti
selalu menyebut satu asma di hati
kasihku
hiduplah untuk menapaki hatiku
kan kurindukan nanti di lembah kautsar
dan menikmati alunan indah musik ilahi
ya Rabbi
bukankah dia pantas untukku
tiadakah selainnya yang patut kurindui
kecuali Engkau tentunya
tak kuinginkan air mata jatuh dari 'ain ini
tatkala melihat senyumannya yang hilang
yang tiap saat tersipu di hadapan hamba ini
tak rela dia disentuh makhluk yang lain
Tuhan
berikanlah aku kebaikan di dunia
seperti untuk mencintainya dan menemani sampai nanti
dan juga kebaikan di akhirat
seperti bersanding dengannya di firdaus-Mu kelak
izinkan aku juga mencintai selain-Mu
karena tak kuasa aku hidup sendiri


puisi ini telah diubah dengan penyesuaian

Panorama malam

Langit malam/yang berhiaskan bintang-bintang berkilauan/dan awan-awan yang berarakan/memancarkan keindahan/bulan yang makin bersinar/terpekur memandang awan-awan/yang menghalanginya menjadi penguasa malam//
Angin yang berhembus/mengundang kabut-kabut mengarungi angkasa raya/melanglang buana/malam yang sunyi/menebarkan keindahan panoramanya/yang tetap terjaga sepanjang masa//

Kekasih

Hanya engkau yang kucari
Dari sekian lumbung cinta
Dalam dunia yang fana ini
Dan engkau jua yang menemani setiap langkahku
Cintailah aku
Sepenuh hatimu..

2008

Kristal Kepedihan

Aku
berdiri termenung
Menahan semua beban di atas pundak yang rapuh ini
dengan harapan.. seluruh dunia mendukungku
melawan rintangan yang menghalang
yang telah memporak-porandakan masa kecilku
dan merenggut semua keluargaku…
kutarik dalam-dalam nafas
kutahan
dan seketika itu juga mata ini menjadi sembab
memerah dan makin merah
menetes Kristal-kristal air mata perlambang kesedihan
yang slalu membayangiku

haruskah kujalani..
semua ini tanpa seorang kawan
haruskah kutempuh
angan-angan kosong
yang selama ini memenuhi kisi-kisi jendela wawasanku
hamparan padang yang penuh rumput hijau
hanya tersisa padang yang gersang
tapi niatku yang terlanjur membara
tak kan pernah kalah
oleh jasadku yang ringkih ini..
walau tersayat kulit keringku
dan terkoyak harapanku pun tercabik masa depanku
dan akhirnya tubuhku semakin layu
dan walaupun nantinya tubuh ini kan jadi debu
kuharap masih terus kan berguna
bagi ciptaan-ciptaan Ilahi
yang tetap menanti jasa-jasa abadi…

2008

Wuooi..Jihad

Ketika fajar menyingsing di ufuk
menerobos celah kaki cahayanya
enyaksikan para pahlawan berjihad
cluk..buk..cluk…buk
mata cangkul tertanam dalam
tangan bergetar dan pandangan kabur
perut keroncongan kaya’ tertusuk pedang
krucuk..krucuk..klontang…buk
sang petani terbujur lemah
tak da daya
tak sempat merasakan darah mengalir deras
dengan kaki luka di banyak tempat
terkena mata cangkul karena mata tak lagi lihat
sementara sang anak tidur pulas kekenyangan
di gubuk tengah pematang
dengan radio terputar kencang mengalun
keesokannya.. di sebuah Koran tertulis..
seorang petani tewas di sawah
karena mendadak sakit jantung….

2007

Kawan

Kawan..
sudah lama kita tak bersua lagi
tak kuingat lagi wajah dan kebaikanmu
lama… lama sekali
tapi akan kuingat selalu
kita dulu pernah menjadi sahabat
kita saling membutuhkan
dan pesan damai selalu tersampaikan satu sama lain

kawan..
kenapa sekarang kau palingkan muka
kau rugikan dirimu sendiri
dengan memusuhi aku
dengan segala kedigdayaan
kau tuliskan noda hitam
menutupi sagala kebaikan yang telah kau ukir dahulu

kawan…
janganlah hanya kau tampakkan sesalmu
berdiam diri dan termenung
bukan itu yang kuminta
tapi perubahan yang nyata
dan kau akui aku jadi kawanmu
seperti dulu
saat-saat dimana dunia penuh kedamaian dan ketenangan

Dari Sahabat lamamu ……… Bumi

2007