Selasa, 31 Januari 2012
bukan mencari yang lebih dholim
adalah DHOLIM ketika anda sebagai pemimpin lantas berdoa sepanjang waktu hanya untuk diri anda sendiri, demi kemaslahatan anda saja.
jika anda adalah pemimpin yang arif dan adil, akan banyak rakyat terlunta di seluruh penjuru negeri yang lama menanti berkah mustajabnya doa seorang pemimpin seperti anda. jika ternyata anda pemimpin yang korup dan lalim, cukuplah do'a anda untuk rakyat sebagai saksi yang meringankan dakwaan di mahkamah akhirat kelak. tangan yang terangkat dan cucuran air mata ketika anda berdo'a yang kelak bisa berbicara akan mengaku bahwa anda 'pernah' mengurusi rakyat. setidaknya itu terejawantahkan dalam doa yang tulus dari seorang pemimpin. dan Allah punya hak otonomi khusus untuk mengijabahi doa siapa yang Dia mau. memberi hidayah pada hamba paling 'berdosa' sekalipun.
adalah DHOLIM ketika anda sebagai rakyat jelata hanya mementingkan kebutuhan rohani personal. tidak pernah sekalipun mendoakan para pemimpin dan aparatur negara agar bekerja dalam kerangka keikhlasan sehingga benar-benar terwujud warga negara yang menerapkan 'hubbul wathon minal iman'. anda yang mungkin tak pernah mengenyam nikmatnya sekolah tinggi ataupun anda yang punya deretan nama tambahan yang panjang karena banyaknya gelar kependidikan tapi tidak pernah tersentuh politik, bersyukurlah atas diri anda yang masih 'bersih'. dengan cara mendoakan mereka yang telah tercemar darah kekuasaan, sehingga mereka cepat 'eling' pada Sang kuasa ketika mereka telah merasa berkuasa. karena hak kuasa yang diberikan rakyat pada wakilnya tidak untuk jadi bahan rebutan. juga bukan barang dagangan yang lima tahun sekali bisa ditawar-tawar oleh para caleg, capres, cabup dan ca-ca yang lain. walau tak selamanya "suara rakyat adalah suara Tuhan', tapi suara rakyat yang mendoakan pemimpinnya pasti dijawab Tuhan. entah dengan jawaban yang mana.
jika anda adalah pemimpin yang arif dan adil, akan banyak rakyat terlunta di seluruh penjuru negeri yang lama menanti berkah mustajabnya doa seorang pemimpin seperti anda. jika ternyata anda pemimpin yang korup dan lalim, cukuplah do'a anda untuk rakyat sebagai saksi yang meringankan dakwaan di mahkamah akhirat kelak. tangan yang terangkat dan cucuran air mata ketika anda berdo'a yang kelak bisa berbicara akan mengaku bahwa anda 'pernah' mengurusi rakyat. setidaknya itu terejawantahkan dalam doa yang tulus dari seorang pemimpin. dan Allah punya hak otonomi khusus untuk mengijabahi doa siapa yang Dia mau. memberi hidayah pada hamba paling 'berdosa' sekalipun.
adalah DHOLIM ketika anda sebagai rakyat jelata hanya mementingkan kebutuhan rohani personal. tidak pernah sekalipun mendoakan para pemimpin dan aparatur negara agar bekerja dalam kerangka keikhlasan sehingga benar-benar terwujud warga negara yang menerapkan 'hubbul wathon minal iman'. anda yang mungkin tak pernah mengenyam nikmatnya sekolah tinggi ataupun anda yang punya deretan nama tambahan yang panjang karena banyaknya gelar kependidikan tapi tidak pernah tersentuh politik, bersyukurlah atas diri anda yang masih 'bersih'. dengan cara mendoakan mereka yang telah tercemar darah kekuasaan, sehingga mereka cepat 'eling' pada Sang kuasa ketika mereka telah merasa berkuasa. karena hak kuasa yang diberikan rakyat pada wakilnya tidak untuk jadi bahan rebutan. juga bukan barang dagangan yang lima tahun sekali bisa ditawar-tawar oleh para caleg, capres, cabup dan ca-ca yang lain. walau tak selamanya "suara rakyat adalah suara Tuhan', tapi suara rakyat yang mendoakan pemimpinnya pasti dijawab Tuhan. entah dengan jawaban yang mana.
Solah Udin & interaksi sosial
di sebelahku adalah udin. teman satu angkatanku masuk pondok yang sekarang sedang menemaniku makan dengan lahapnya nasi putih dengan lauk pecel yang menjadi menu wajib kami pada selasa pagi. seperti layaknya santri, kami makan sepinggan berdua, khusus pagi itu, karena biasanya kami makan senampan beramai-ramai.walaupun aku dan udin sama-sama tipikal orang pendiam, tapi kami berbeda dalam kebijakan keuangan. dia lebih royal membelanjakan uang kiriman untuk keperluan mulut (makanan) sedangkan aku lebih memikirkan keperluan mata (buku bacaan). seperti kali itu, dia membeli dua tempe goreng gimbal (kami sering menyebutnya 'mendoan'). aku menebak, kedua mendoan itu akan dimakannya sendiri, walau di hati kecil juga ada secercah keinginan agar dia mau berbagi, walau secuil dan aku juga segan untuk sekedar meminta. dugaanku benar.
satu pelajaran yang kudapat: aku seperti bercermin pada diriku yang dulu. pribadi lugu yang terlahir sebagai makhluk individu, akan sama selamanya dan mati tanpa kawan mengiring jika tidak dilatih untuk menjadi makhluk sosial. proses awal untuk berbagi adalah interaksi alami dari hubungan kekeluargaan. saya kadang tertawa geli mengingat masa kecil ketika saya sering bersitegang dengan mas agung hanya gara-gara masalah mainan atau hal sepele lainnya. atau dimarahi nenek (almarhumah) karena mecahin gelas. sebuah proses kita belajar yang dulu membuat kita menangis karena tidak suka (siapa yang suka dimarahin?) tapi juga membuat kita sekarang menangis karena rindu hal-hal seperti itu, mengulangi lagi proses tersebut, membuat hubungan yang lebih harmonis dengan keluarga.
sosok udin yang kuceritakan di atas, adalah tipe anak tunggal yang tentunya tak bisa melakukan interaksi dua arah yang biasa terjadi sesama saudara. dia terbiasa menerima interaksi satu arah dari kedua orang tua semenjak kecil, sehingga sangat patuh pada kebijakan ortu. tipe 'lurus' seperti dia memang kadang menguntungkan. sosok yang lurus dan patuh pada perintah atasan banyak dicari oleh negara akhir-akhir ini. tapi sebagai calon pemimpin masa depan, khususnya kepala rumah tangga, tipe seperti itu akan sukar untuk bergabung luwes dengan masyarakat sekitar.
alhamdulillah. syukur tak terkira kepada Allah yang telah mengajariku untuk menjadi manusia terbaik dari ummat yang terbaik. khoirunnas anfa'uhum linnas. tubuh yang ringkih ini setidaknya pernah dikenal orang dan sedikit mempengaruhi kerja para partnerku. beragam sensor di dalam kepala ini juga pernah menyapa pemikiran banyak orang. beribadah yang powerfull adalah muamalah ma'annas, karena disitu kita bisa berlatih menata hati, pikiran dan perbuatan. semua itu kita niati satu: mardlotillah!
berbagi tempe goreng hanyalah salah satu dari sekian proses diri bertransfomasi dari ciri individualis menjadi 'lebih' sosial (soalnya sosialis punya konotasi jelek gara-gara karl marx). dalam banyak bidang lain aku masih harus belajar dari udin temanku itu. biarlah sembari kita mengamati indahnya angin membasuh rumput pagi yang kedinginan, kita nikmati jua hangatnya mentari yang menyambut kita dengan satu kata: semangat!
satu pelajaran yang kudapat: aku seperti bercermin pada diriku yang dulu. pribadi lugu yang terlahir sebagai makhluk individu, akan sama selamanya dan mati tanpa kawan mengiring jika tidak dilatih untuk menjadi makhluk sosial. proses awal untuk berbagi adalah interaksi alami dari hubungan kekeluargaan. saya kadang tertawa geli mengingat masa kecil ketika saya sering bersitegang dengan mas agung hanya gara-gara masalah mainan atau hal sepele lainnya. atau dimarahi nenek (almarhumah) karena mecahin gelas. sebuah proses kita belajar yang dulu membuat kita menangis karena tidak suka (siapa yang suka dimarahin?) tapi juga membuat kita sekarang menangis karena rindu hal-hal seperti itu, mengulangi lagi proses tersebut, membuat hubungan yang lebih harmonis dengan keluarga.
sosok udin yang kuceritakan di atas, adalah tipe anak tunggal yang tentunya tak bisa melakukan interaksi dua arah yang biasa terjadi sesama saudara. dia terbiasa menerima interaksi satu arah dari kedua orang tua semenjak kecil, sehingga sangat patuh pada kebijakan ortu. tipe 'lurus' seperti dia memang kadang menguntungkan. sosok yang lurus dan patuh pada perintah atasan banyak dicari oleh negara akhir-akhir ini. tapi sebagai calon pemimpin masa depan, khususnya kepala rumah tangga, tipe seperti itu akan sukar untuk bergabung luwes dengan masyarakat sekitar.
alhamdulillah. syukur tak terkira kepada Allah yang telah mengajariku untuk menjadi manusia terbaik dari ummat yang terbaik. khoirunnas anfa'uhum linnas. tubuh yang ringkih ini setidaknya pernah dikenal orang dan sedikit mempengaruhi kerja para partnerku. beragam sensor di dalam kepala ini juga pernah menyapa pemikiran banyak orang. beribadah yang powerfull adalah muamalah ma'annas, karena disitu kita bisa berlatih menata hati, pikiran dan perbuatan. semua itu kita niati satu: mardlotillah!
berbagi tempe goreng hanyalah salah satu dari sekian proses diri bertransfomasi dari ciri individualis menjadi 'lebih' sosial (soalnya sosialis punya konotasi jelek gara-gara karl marx). dalam banyak bidang lain aku masih harus belajar dari udin temanku itu. biarlah sembari kita mengamati indahnya angin membasuh rumput pagi yang kedinginan, kita nikmati jua hangatnya mentari yang menyambut kita dengan satu kata: semangat!
'Kejernihan' berawal dari 'kebaikan'
shofiyah. adalah seorang ibu yang ingin melihat anak satu-satunya tumbuh besar dengan penuh kebahagiaan. bahagia dalam dekapan kehangatan keluarga yang harmonis. seorang guru yang hanya akan mengajarkan kebaikan kepada putra sekaligus murid tunggalnya. seorang istri yang hanya ingin berusaha untuk selalu taat pada suami yang dicintainya. seberapa kalipun suaminya marah, hatinya akan lebih mementingkan cinta daripada ego sementara. seorang putri bungsu yang ingin selalu berbakti pada ibunya yang masih hidup, meskipun sang ibu seringkali tidak satu kata dengan menantunya. setidaknya, saat ini shofiyah bisa melewati fase getir dari konflik keluarga berkepanjangan dengan memilih mufaroqoh dari rumah yang telah dihuninya sejak kecil. membangun kembali batu bata kehidupan rumah tangga kecilnya di rumah mertua. terakhir kali aku bertemu, pandangan matanya menyiratkan kerinduan teramat dalam pada pelukan sang ibu, bercengkerama dengan dengan keluarga besar yang sebenarnya juga masih sangat mencintainya, terutama kakaknya tersayang, kultsum, ibuku.
Rabu, 25 Januari 2012
ngoten niku...
ngoten niku ilmu laduni..mboten usah disekolahi..
adalah jawaban yang diberikan oleh seorang tua yang bertamu di kantor malam ini, ketika ditanya cara mempunyai banyak anak. kupikir-pikir benar juga..
adalah jawaban yang diberikan oleh seorang tua yang bertamu di kantor malam ini, ketika ditanya cara mempunyai banyak anak. kupikir-pikir benar juga..
The True Love of Muhammad
betapa Allah menghargai cinta
bukan cinta yang digemborkan para kaum muda di jejaring sosial atau yang sering dipertontonkan dalam drama klasikal macam laila majnun atau romeo juliet. tapi cinta yang saling menautkan hati dua insan dalam kebersamaan penuh berkah dengan ikatan suci atas nama Allah yang lahir lewat pernikahan.
alhamdulillah, Nabi kita Muhammad bukanlah nabi yang bisa membelah lautan, menghidupkan orang mati atau membanjiri bumi dengan air bah. nabi kita dicipta dengan cinta, menebar kasih sayang di muka bumi, rahmatan lil alamin, dan ini yang paling langka: diberi mukjizat cinta!
kok mukjizat cinta?
iya. nabi satu ini diset oleh Allah dengan bentuk dan sifat lahiriyah yang benar-benar layaknya manusia biasa. manusia yang adakalanya suka dan benci. suatu saat lemah hatinya, di kala lain bermental baja. sebagai sosok yang menjadi teladan semua umat, dia membagi teladan terbesar bagi kehidupan insani: cinta sejati.
saya bukan sedang membahas Alqur'an atau para sahabat dari anshor dan muhajirin yang memang jelas-jelas sudah menjadi saksi cinta Nabi pada Rabbnya atau pada sesama.
saya sedang ingin mengupas sedikit tentang khadijah alkubro, the first ummul mukminin.
sedikit bukti tentang cinta sejati yang diukir keduanya adalah:
1. muhammad menikahi khadijah sebelum kenabian. jadi yang menikah bukanlah muhammad sebagai seorang nabi tapi manusia biasa.
2. cinta keduanya telah menghasilkan dua putra dan empat putri. sangat tidak mungkin pernikahan yang tak didasari atas nama cinta bisa menghasilkan keturunan yang sebanyak itu.
3. khadijah adalah orang pertama yang dengan terang mendukung muhammad memegang amanah kenabian dan kerasulan. wanita pertama yang bersyahadat. istri yang mendampingi sang suami di kala suka dan duka. di kala sang suami dibangga-banggakan sebagai pemimpin dan penerus klan Abdu manaf ataupun dilecehkan para kafir quraisy.
4. sampai meninggalnya khadijah, muhammad tidak menikah dengan wanita lain. mariyah yang mempunyai putra (ibrahim) dari beliau bukanlah wanita yang dinikahi karena dicintai, tapi lebih semata taat pada perintah Allah dalam praktik halalnya seorang jariyah/budak perempuan untuk diwath'i, agar para sahabat nabi yakin dan mantap dalam hal tersebut.
5. banyak riwayat dari istri nabi, terutama aisyah yang yang cemburu pada nabi, yang ternyata masih sangat terasa cintanya pada sang istri pertama, bahkan sesudah meninggalnya khadijah.
6. istri-istri nabi yang dinikahi sepeninggal khadijah, kebanyakan sarat unsur siyasah. sebagian lagi karena perintah langsung dari Allah. ini menafikan dalil para orientalis yang menganggap bahwa muhammad hanya ingin memuaskan nafsu syahwatnya dengan menikahi sampai sembilan orang. selain itu juga menyiratkan suatu kesimpulan bahwa tanpa mengesampingkan rasa cinta nabi kepada mereka semua, cinta nabi kepada khadijah adalah yang terbesar. bahkan dengan catatan bahwa khadijah lebih tua dari beliau, sedangkan banyak dari istri nabi selanjutnya yang masih muda-muda, termasuk aisyah.
kepada anda para pembaca yang telah mempunyai pendamping hidup. sudah saatnya anda membuat sejarah hidup anda sendiri. carilah cinta sejati! bukan dengan mencari suami/istri lagi. tetapi membuat hubungan yang telah anda jalin lebih diridloi Allah. sehingga anda akan mencintai pasangan hanya karena Allah. bukan faktor fisik, materi atau apapun yang pasti akan berubah sesuai dengan bertambahnya masa. undanglah Allah untuk menyukseskan cerita anda dengan menjadikan pasangan yang telah anda miliki sekarang sebagai the true love.
bukan cinta yang digemborkan para kaum muda di jejaring sosial atau yang sering dipertontonkan dalam drama klasikal macam laila majnun atau romeo juliet. tapi cinta yang saling menautkan hati dua insan dalam kebersamaan penuh berkah dengan ikatan suci atas nama Allah yang lahir lewat pernikahan.
alhamdulillah, Nabi kita Muhammad bukanlah nabi yang bisa membelah lautan, menghidupkan orang mati atau membanjiri bumi dengan air bah. nabi kita dicipta dengan cinta, menebar kasih sayang di muka bumi, rahmatan lil alamin, dan ini yang paling langka: diberi mukjizat cinta!
kok mukjizat cinta?
iya. nabi satu ini diset oleh Allah dengan bentuk dan sifat lahiriyah yang benar-benar layaknya manusia biasa. manusia yang adakalanya suka dan benci. suatu saat lemah hatinya, di kala lain bermental baja. sebagai sosok yang menjadi teladan semua umat, dia membagi teladan terbesar bagi kehidupan insani: cinta sejati.
saya bukan sedang membahas Alqur'an atau para sahabat dari anshor dan muhajirin yang memang jelas-jelas sudah menjadi saksi cinta Nabi pada Rabbnya atau pada sesama.
saya sedang ingin mengupas sedikit tentang khadijah alkubro, the first ummul mukminin.
sedikit bukti tentang cinta sejati yang diukir keduanya adalah:
1. muhammad menikahi khadijah sebelum kenabian. jadi yang menikah bukanlah muhammad sebagai seorang nabi tapi manusia biasa.
2. cinta keduanya telah menghasilkan dua putra dan empat putri. sangat tidak mungkin pernikahan yang tak didasari atas nama cinta bisa menghasilkan keturunan yang sebanyak itu.
3. khadijah adalah orang pertama yang dengan terang mendukung muhammad memegang amanah kenabian dan kerasulan. wanita pertama yang bersyahadat. istri yang mendampingi sang suami di kala suka dan duka. di kala sang suami dibangga-banggakan sebagai pemimpin dan penerus klan Abdu manaf ataupun dilecehkan para kafir quraisy.
4. sampai meninggalnya khadijah, muhammad tidak menikah dengan wanita lain. mariyah yang mempunyai putra (ibrahim) dari beliau bukanlah wanita yang dinikahi karena dicintai, tapi lebih semata taat pada perintah Allah dalam praktik halalnya seorang jariyah/budak perempuan untuk diwath'i, agar para sahabat nabi yakin dan mantap dalam hal tersebut.
5. banyak riwayat dari istri nabi, terutama aisyah yang yang cemburu pada nabi, yang ternyata masih sangat terasa cintanya pada sang istri pertama, bahkan sesudah meninggalnya khadijah.
6. istri-istri nabi yang dinikahi sepeninggal khadijah, kebanyakan sarat unsur siyasah. sebagian lagi karena perintah langsung dari Allah. ini menafikan dalil para orientalis yang menganggap bahwa muhammad hanya ingin memuaskan nafsu syahwatnya dengan menikahi sampai sembilan orang. selain itu juga menyiratkan suatu kesimpulan bahwa tanpa mengesampingkan rasa cinta nabi kepada mereka semua, cinta nabi kepada khadijah adalah yang terbesar. bahkan dengan catatan bahwa khadijah lebih tua dari beliau, sedangkan banyak dari istri nabi selanjutnya yang masih muda-muda, termasuk aisyah.
kepada anda para pembaca yang telah mempunyai pendamping hidup. sudah saatnya anda membuat sejarah hidup anda sendiri. carilah cinta sejati! bukan dengan mencari suami/istri lagi. tetapi membuat hubungan yang telah anda jalin lebih diridloi Allah. sehingga anda akan mencintai pasangan hanya karena Allah. bukan faktor fisik, materi atau apapun yang pasti akan berubah sesuai dengan bertambahnya masa. undanglah Allah untuk menyukseskan cerita anda dengan menjadikan pasangan yang telah anda miliki sekarang sebagai the true love.
Syaikhul Muqri'in, maa fa'ala?
mengapa KH. Ahmad Sya'roni Ahmadi tak punya santri?
pertanyaannya saja sudah salah. bukannya beliau tak punya santri, bahkan santri-santrinya malah jauh lebih banyak melebihi semua santri yang dimiliki semua kiai di kudus.
mengapa beliau tidak membangun pondok pesantren sendiri?
percuma beliau punya pondok kalau ternyata pondok-pondok lain harus mati suri disebabkan ditinggalkan para kiai yang memilih kembali mondok dan menjadi santri beliau....
beliau tak memiliki garis hierarki santri-kiai karena ketawadhuannya dan ta'dhimnya pada sang guru, KHM. Arwani Amin. saat KHM. Arwani Amin dan KH. Turaikhan Adjhuri masih hidup, beliau adalah santri kesayangan berdua. maka kala keduanya telah meninggal, beliaulah yang mewarisi dan menghidupkan halaqoh keilmuan kedua kiai gurunya tersebut.
pertanyaannya saja sudah salah. bukannya beliau tak punya santri, bahkan santri-santrinya malah jauh lebih banyak melebihi semua santri yang dimiliki semua kiai di kudus.
mengapa beliau tidak membangun pondok pesantren sendiri?
percuma beliau punya pondok kalau ternyata pondok-pondok lain harus mati suri disebabkan ditinggalkan para kiai yang memilih kembali mondok dan menjadi santri beliau....
beliau tak memiliki garis hierarki santri-kiai karena ketawadhuannya dan ta'dhimnya pada sang guru, KHM. Arwani Amin. saat KHM. Arwani Amin dan KH. Turaikhan Adjhuri masih hidup, beliau adalah santri kesayangan berdua. maka kala keduanya telah meninggal, beliaulah yang mewarisi dan menghidupkan halaqoh keilmuan kedua kiai gurunya tersebut.
apakah anda 'butuh' Tuhan?
kita sering menghadap Tuhan, lebih intens dalam beribadah, kala kita tengah dilanda banyak masalah. iya, kala kita butuh. rupa-rupanya sulit bagi kita untuk naik kelas. malu, tapi ya bagaimana lagi. kita santai-santai duduk di kelas "hamba yang bertemu karena butuh" tanpa berusaha naik ke kelas "hamba yang bertemu karena ingin", sehingga kita pun tak sempat mengangankan untuk masuk ke kelas "hamba yang cinta dan dicinta Tuhan". lalu, kapan kita lulus sekolah...?
bandingkan dengan kita yang:
jika pergi ke pasar atau mal langsung bermata hijau kala melihat ada produk baru yang menarik dan keren lalu kita langsung membeli tanpa memikirkan tingkat kebutuhan kita terhadap barang tersebut.
sangat berbalik dengan saat kita di hari biasa dengan keadaan biasa, ingin shalat sunnah tak lantas kita memenuhi keinginan tersebut, tapi memikirkan lebih dahulu apa manfaat langsung dari shalat tersebut pada diri kita?
maka, alangkah beruntungnya orang-orang yang ingat dan mau bersyukur...
bandingkan dengan kita yang:
tiap kali ada klub sepakbola favorit yang bermain atau ada grup band kesayangan yang sedang konser, kita berusaha sekuat tenaga untuk menonton entah lewat apa (kalau perlu sampai datang ke tempatnya), guna memuaskan hasrat hati yang sudah terlanjur cinta.
tentu berbeda dengan diri kita yang saat lelah menyerang kita tak sempat memikirkan dan mendatangi panggilan Tuhan untuk shalat berjamaah dan malah mengabaikan.
masya allah...
hadani..hadakum..hadanallah...
sepertinya sudah pecah cermin di depan kita atau hilang entah ke mana sehingga kita tak mampu lagi bercermin, mengintrospeksi diri.
betapa butanya kita! mata hati ini hanya terpesona pada gemerlapnya dunia fana dan membiarkan cahaya yang diberikan Allah dalam diri kita semakin memudar karena seringnya diabaikan.
nyatanya, muamalah maannas yang kita rajut tidaklah sepadan dengan porsi muamalah ma'allah yang sering kita kurangi.
kita melihat barang baru langsung ingin memiliki. di lain sisi kita sudha punya Tuhan yang maha kuasa yang sangat mencintai kita dengan memberi anugrah yang tak pernah kita minta secara gratis tiap saat. kenapa kita tidak berusaha mencintai-Nya selamanya...semampu kita?
temui Tuhan sekarang juga! bukan menanti saat yang tepat..bukan hanya saat anda butuh Tuhan.
Allaahummaj'alnii minal qoliil..(min qoulika: qoliilun min 'ibaadiyasy syakuur..)
bandingkan dengan kita yang:
jika pergi ke pasar atau mal langsung bermata hijau kala melihat ada produk baru yang menarik dan keren lalu kita langsung membeli tanpa memikirkan tingkat kebutuhan kita terhadap barang tersebut.
sangat berbalik dengan saat kita di hari biasa dengan keadaan biasa, ingin shalat sunnah tak lantas kita memenuhi keinginan tersebut, tapi memikirkan lebih dahulu apa manfaat langsung dari shalat tersebut pada diri kita?
maka, alangkah beruntungnya orang-orang yang ingat dan mau bersyukur...
bandingkan dengan kita yang:
tiap kali ada klub sepakbola favorit yang bermain atau ada grup band kesayangan yang sedang konser, kita berusaha sekuat tenaga untuk menonton entah lewat apa (kalau perlu sampai datang ke tempatnya), guna memuaskan hasrat hati yang sudah terlanjur cinta.
tentu berbeda dengan diri kita yang saat lelah menyerang kita tak sempat memikirkan dan mendatangi panggilan Tuhan untuk shalat berjamaah dan malah mengabaikan.
masya allah...
hadani..hadakum..hadanallah...
sepertinya sudah pecah cermin di depan kita atau hilang entah ke mana sehingga kita tak mampu lagi bercermin, mengintrospeksi diri.
betapa butanya kita! mata hati ini hanya terpesona pada gemerlapnya dunia fana dan membiarkan cahaya yang diberikan Allah dalam diri kita semakin memudar karena seringnya diabaikan.
nyatanya, muamalah maannas yang kita rajut tidaklah sepadan dengan porsi muamalah ma'allah yang sering kita kurangi.
kita melihat barang baru langsung ingin memiliki. di lain sisi kita sudha punya Tuhan yang maha kuasa yang sangat mencintai kita dengan memberi anugrah yang tak pernah kita minta secara gratis tiap saat. kenapa kita tidak berusaha mencintai-Nya selamanya...semampu kita?
temui Tuhan sekarang juga! bukan menanti saat yang tepat..bukan hanya saat anda butuh Tuhan.
Allaahummaj'alnii minal qoliil..(min qoulika: qoliilun min 'ibaadiyasy syakuur..)
Antara bola dn kertas koran
memangnya ada kaitan antara keduanya?
sampai akhir milenium lalu memang belum ada. tapi sekarang benar-benar ada! dan yang membuat sejarah itu adalah bapak dan anak: dahlan iskan dan azrul ananda. keduanyalah yang membuat barang-barang tersebut bernilai tinggi dan semakin dihargai berbagai kalangan, setelah sekian lama dicampakkan oleh publik. saya sedang membahas benang merah antara bola basket dan koran jawa pos. benang merah yang tersimpul dengan sangat bagusnya sampai bangsa-bangsa lain geleng-geleng kepala.
pak dahlan mengawali dengan menghidupkan kembali jawapos yang sedang sekarat pada era 90-an. sangat tidak gampang mengurusi koran 'daerah' dengan nama 'daerah' dan berpusat di 'daerah'. bahkan sampai dengan akhir 2011 pun, jawapos belum mau menancapkan kuku di ibukota karena mempertahankan kedaerahannya dan lebih dikenal publik jakarta dengan nama indopos. pelan-pelan koran ini bertransformasi dengan mengubah wajahnya yang jadul dengan interface yang unggul dan fresh dalam features, lay-out, straight news, depth news,entertainment dan sport yang sangat 'jawapos' serta dukungan jaringan JPNN di seluruh indonesia, membuatnya disukai semua kalangan dari pengusaha, birokrat, politisi, petani, guru, murid, tua, muda, pria dan wanita. karena semua merasa terwakili dan tersalurkan aspirasinya dalam rajutan kata karya para redaktur dan kontributor jawapos. walhasil, selama kepemimpinan pak dahlan, oran ini telah sedikit mendobrak mainstream dengan mempublikasikan sebuah harian aktif yang mengaku berasal daerah dengan nama daerah tapi dengan citarasa internasional.
sense of news-nya pak dahlan yang kecipratan leadership dan enterpreneurship memang hampir selalu menyentuh sanubari para pembaca setia jawapos, termasuk saya. saya bisa menduga bahwa para pembaca setia koran lain semacam kompas atau tempo akan sangat mudah beradaptasi dan menjadi massa jawapos yang baru. sedangkan saya yang sejak kecil mendapat kucuran berita dari jawapos (bahkan semenjak TV hitam putih masih satu-dua jumlahnya dan radar bojonegoro belum dilahirkan) tidak bisa dengan nyaman menikmati koran lainnya saat agen koran di kota kecamatan telah kehabisan jawapos pada jam sarapan pagi.
efek-efek di atas bukanlah hasil kerja keras pak dahlan sendiri. di samping sang raja ada kuda hitam yang tengah menanti menyerang lawan dan bersembunyi dalam kolom anak muda dan olahraga yang sesuai bakat dan misinya. aktor pendukung di balik layar itu adalah azrul ananda, sang putra mahkota lulusan amerika, yang seolah menjadi garansi kualitas berita bola basket dan otomotif.
buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
sifat dan kelakuan anak tak beda amat dengan orang tuanya.
azrul sang kuda hitam mulai berlari cepat. membuat mainstream yang sudah ada rusak parah dilabraknya. dengan halaman anak muda bernama deteksi, dia berusaha merangkul pembaca baru yang sudah lama apatis dan seakan alergi terhadap koran. berhasil? sangat! usaha itu tak hanya membuat para anak muda menyenangi halaman baru tersebut, tapi juga mencintai seluruh halaman yang disajikan. sehingga kita bisa lihat kolom pembaca, gagasan, opini dan ruang putih jawapos yang sering disambangi sastrawan atau akademisi muda.
jajaran direksi dan redaksi yang rata-rata berjiwa tua terengah-engah nafasnya mengikuti lari azrul dan tak habis pikir mau dikemanakan lagi jawapos. pak dahlan paham. sudah saatnya 'better generation' yang mengambil lokomotif. sudahlah cukup prestasi azrul yang melahirkan halaman 'bersayap' dengan segala keunikannya. iya, deteksi dengan kedua sayapnya: DBL di bidang olahraga basket dan konvensi mading yang ketiga unsur itu punya kesamaan baku, yakni milik anak muda (utamanya para pelajar) dan masih akan terus berkembang. dan bukankah selalu berkembang adalah ciri jiwa yang awet muda. deteksi tanpa kedua sayapnya hanya akan menjadi halaman yang akan semakin tua, karena tak bisa terbang kemana-mana. stagnan.
sekali lagi, buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
pak dahlan ketika bebas tugas dari pucuk pimpinan jawapos bukannya benar-benar bebas tugas. dia bukan turun gunung, tetapi malah meloncat ke dua gunung terdekat yang lebih tinggi dengan tujuan pasti, menaklukkan puncaknya. walaupun tak lama di PLN sebagai top leader, saya bisa menerangkan kesuksesan beliau lewat pameo: para genderuwo pusing tujuh keliling mencari suaka karena hampir semua tempat di indonesia terang benderang setelah dialiri listrik PLN!
PLN yang dulu terkenal lelet itu kini terlihat sangat kredibel bahkan kewalahan menerima order pemasangan listrik. lalu ada BUMN yang sekarang sedang direparasi dengan pak dahlan sebagai montir utama. memang belum terlihat jelas keberhasilannya tetapi lewat tulisan-tulisannya kita tahu dengan jelas apa yang telah 'rusak' pada bodi BUMN. mungkin nanti ada BUMN yang terlahir kembali dengan citarasa dahlan iskan. dan perlu dicatat bahwa beliau menempati posisi di kedua 'lahan basah' tersebut tanpa bantuan parpol manapun. tentunya kecuali demokrat, jika bisa dibilang begitu. karena presiden SBY sendiri adalah salah satu muassis parpol 'biru' tersebut.
azrul juga hampir sama tipikalnya. tapi tidak bisa dibilang dia loncat gunung, tapi saya gambarkan tengah menahkodai dua kapal bersama yang punya tujuan pelabuhan yang sama. lalu apakah dia meloncat-loncat antar kedua kapal itu? ah kuno. sekarang kan sudah zamannya remote control! rupa-rupanya tadi ketika azrul berlayar dengan cepatnya dengan kapal DBL, bertemu sebuah kapal besar bernama IBL yang telah lama berlayar dan hampir karam karena pengrusakan di sana-sini atau mungkin mesinnya sudah terlalu aus.
sudah terlanjur hobi dan merasa bertanggung jawab atas perkembangan bola basket di indonesia, azrul mengganti mesin IBL dengan yang benar-benar baru, dengan nama baru pula: NBL indonesia.
nyata kan ada interaksi yang sangat komunikatif antara bola dan kertas koran? mungkin inilah saatnya kita membuat benang merah yang lainnya.
kala pelita yang tadinya terang benderang telah meredup di pojok dunia yang lain karena dampak krisis moneter beruntun semenjak 2008 lalu, indonesia menjadi salah satu bangsa yang menyalakan lilin...
lilin-lilin yang telah disulut oleh pak dahlan iskan, azrul ananda, presiden SBY dan para pemimpin lainnya itu marilah kita jaga dan kita besarkan 'apinya'. jangan kita matikan!
sampai akhir milenium lalu memang belum ada. tapi sekarang benar-benar ada! dan yang membuat sejarah itu adalah bapak dan anak: dahlan iskan dan azrul ananda. keduanyalah yang membuat barang-barang tersebut bernilai tinggi dan semakin dihargai berbagai kalangan, setelah sekian lama dicampakkan oleh publik. saya sedang membahas benang merah antara bola basket dan koran jawa pos. benang merah yang tersimpul dengan sangat bagusnya sampai bangsa-bangsa lain geleng-geleng kepala.
pak dahlan mengawali dengan menghidupkan kembali jawapos yang sedang sekarat pada era 90-an. sangat tidak gampang mengurusi koran 'daerah' dengan nama 'daerah' dan berpusat di 'daerah'. bahkan sampai dengan akhir 2011 pun, jawapos belum mau menancapkan kuku di ibukota karena mempertahankan kedaerahannya dan lebih dikenal publik jakarta dengan nama indopos. pelan-pelan koran ini bertransformasi dengan mengubah wajahnya yang jadul dengan interface yang unggul dan fresh dalam features, lay-out, straight news, depth news,entertainment dan sport yang sangat 'jawapos' serta dukungan jaringan JPNN di seluruh indonesia, membuatnya disukai semua kalangan dari pengusaha, birokrat, politisi, petani, guru, murid, tua, muda, pria dan wanita. karena semua merasa terwakili dan tersalurkan aspirasinya dalam rajutan kata karya para redaktur dan kontributor jawapos. walhasil, selama kepemimpinan pak dahlan, oran ini telah sedikit mendobrak mainstream dengan mempublikasikan sebuah harian aktif yang mengaku berasal daerah dengan nama daerah tapi dengan citarasa internasional.
sense of news-nya pak dahlan yang kecipratan leadership dan enterpreneurship memang hampir selalu menyentuh sanubari para pembaca setia jawapos, termasuk saya. saya bisa menduga bahwa para pembaca setia koran lain semacam kompas atau tempo akan sangat mudah beradaptasi dan menjadi massa jawapos yang baru. sedangkan saya yang sejak kecil mendapat kucuran berita dari jawapos (bahkan semenjak TV hitam putih masih satu-dua jumlahnya dan radar bojonegoro belum dilahirkan) tidak bisa dengan nyaman menikmati koran lainnya saat agen koran di kota kecamatan telah kehabisan jawapos pada jam sarapan pagi.
efek-efek di atas bukanlah hasil kerja keras pak dahlan sendiri. di samping sang raja ada kuda hitam yang tengah menanti menyerang lawan dan bersembunyi dalam kolom anak muda dan olahraga yang sesuai bakat dan misinya. aktor pendukung di balik layar itu adalah azrul ananda, sang putra mahkota lulusan amerika, yang seolah menjadi garansi kualitas berita bola basket dan otomotif.
buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
sifat dan kelakuan anak tak beda amat dengan orang tuanya.
azrul sang kuda hitam mulai berlari cepat. membuat mainstream yang sudah ada rusak parah dilabraknya. dengan halaman anak muda bernama deteksi, dia berusaha merangkul pembaca baru yang sudah lama apatis dan seakan alergi terhadap koran. berhasil? sangat! usaha itu tak hanya membuat para anak muda menyenangi halaman baru tersebut, tapi juga mencintai seluruh halaman yang disajikan. sehingga kita bisa lihat kolom pembaca, gagasan, opini dan ruang putih jawapos yang sering disambangi sastrawan atau akademisi muda.
jajaran direksi dan redaksi yang rata-rata berjiwa tua terengah-engah nafasnya mengikuti lari azrul dan tak habis pikir mau dikemanakan lagi jawapos. pak dahlan paham. sudah saatnya 'better generation' yang mengambil lokomotif. sudahlah cukup prestasi azrul yang melahirkan halaman 'bersayap' dengan segala keunikannya. iya, deteksi dengan kedua sayapnya: DBL di bidang olahraga basket dan konvensi mading yang ketiga unsur itu punya kesamaan baku, yakni milik anak muda (utamanya para pelajar) dan masih akan terus berkembang. dan bukankah selalu berkembang adalah ciri jiwa yang awet muda. deteksi tanpa kedua sayapnya hanya akan menjadi halaman yang akan semakin tua, karena tak bisa terbang kemana-mana. stagnan.
sekali lagi, buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
pak dahlan ketika bebas tugas dari pucuk pimpinan jawapos bukannya benar-benar bebas tugas. dia bukan turun gunung, tetapi malah meloncat ke dua gunung terdekat yang lebih tinggi dengan tujuan pasti, menaklukkan puncaknya. walaupun tak lama di PLN sebagai top leader, saya bisa menerangkan kesuksesan beliau lewat pameo: para genderuwo pusing tujuh keliling mencari suaka karena hampir semua tempat di indonesia terang benderang setelah dialiri listrik PLN!
PLN yang dulu terkenal lelet itu kini terlihat sangat kredibel bahkan kewalahan menerima order pemasangan listrik. lalu ada BUMN yang sekarang sedang direparasi dengan pak dahlan sebagai montir utama. memang belum terlihat jelas keberhasilannya tetapi lewat tulisan-tulisannya kita tahu dengan jelas apa yang telah 'rusak' pada bodi BUMN. mungkin nanti ada BUMN yang terlahir kembali dengan citarasa dahlan iskan. dan perlu dicatat bahwa beliau menempati posisi di kedua 'lahan basah' tersebut tanpa bantuan parpol manapun. tentunya kecuali demokrat, jika bisa dibilang begitu. karena presiden SBY sendiri adalah salah satu muassis parpol 'biru' tersebut.
azrul juga hampir sama tipikalnya. tapi tidak bisa dibilang dia loncat gunung, tapi saya gambarkan tengah menahkodai dua kapal bersama yang punya tujuan pelabuhan yang sama. lalu apakah dia meloncat-loncat antar kedua kapal itu? ah kuno. sekarang kan sudah zamannya remote control! rupa-rupanya tadi ketika azrul berlayar dengan cepatnya dengan kapal DBL, bertemu sebuah kapal besar bernama IBL yang telah lama berlayar dan hampir karam karena pengrusakan di sana-sini atau mungkin mesinnya sudah terlalu aus.
sudah terlanjur hobi dan merasa bertanggung jawab atas perkembangan bola basket di indonesia, azrul mengganti mesin IBL dengan yang benar-benar baru, dengan nama baru pula: NBL indonesia.
nyata kan ada interaksi yang sangat komunikatif antara bola dan kertas koran? mungkin inilah saatnya kita membuat benang merah yang lainnya.
kala pelita yang tadinya terang benderang telah meredup di pojok dunia yang lain karena dampak krisis moneter beruntun semenjak 2008 lalu, indonesia menjadi salah satu bangsa yang menyalakan lilin...
lilin-lilin yang telah disulut oleh pak dahlan iskan, azrul ananda, presiden SBY dan para pemimpin lainnya itu marilah kita jaga dan kita besarkan 'apinya'. jangan kita matikan!
Langganan:
Postingan (Atom)